Beberapa hari ini saya perhatikan, banyak teman-teman blogger yang sedang berandai-andai menjadi Anggota DPD RI (sebuah jabatan terhormat yang ramai diperebutkan setiap lima tahun sekali). Mereka pada menulis hal-hal apa saja yang akan dilakukan seandainya menjadi Anggota DPD RI. Hmm.. ada apa gerangan? Apa karena pemilu 2014 sudah dekat? Sidik punya selidik, ternyata DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia) melalui situs resminya sedang menantang para netizen khususnya blogger dan tweeps (sebutan untuk para pengguna sosial media twitter) untuk memposisikan dirinya sebagai seorang anggota DPR-RI, kira-kira apa yang akan dilakukan?
Hmm... tantangan yang cukup menantang. Oke deh pak, tantangan Anda kami terima. Siapa taku! :-) ![]() |
Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI |
Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI
Terus terang, saya sama sekali tidak punya cita-cita atau keinginan menjadi seorang anggota DPD-RI. Tapi kalau ada yang tanya, apa yang akan saya lakukan seandainya saya Aggota DPD-RI, maka ada dua hal pokok yang akan saya perjuangkan dalam upaya mengembangkan dan menyejahterakan daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Saya melihat, kualitas pendidikan di daerah, masih sangat jauh dari kata “baik” bahkan “cukup baik” saja, belum. Padahal pendidikan adalah kunci utama kemajuan suatu daerah atau bangsa. Pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas (kreatif dan inovatif) sehingga mampu mensejahterakan dirinya sendiri. Jadi, seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan berjuang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan serta kualitas pengajar (guru). Program beasiswa bagi siswa/siswi berprestasi yang kurang mampu harus ada! bahkan kuotanya harus ditambah. Dan melalui fungsi pengawasan DPD, program tersebut harus diawasi dengan ketat, supaya tepat sasaran. Soalnya apa yang saya lihat dan dengar selama ini, banyak program beasiswa yang tidak tepat sasaran.
Usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu penggerak ekonomi dalam negeri. Ironisnya, UKM sepertinya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satu indikatornya, kebijakan pemerintah melalui kementerian industri yang lebih banyak mengexpor bahan mentah ketimbang barang jadi. Padahal akan lebih menguntungkan kalau kita lebih banyak mengexpor barang jadi. Seharusnya kita fokus memberdayakan usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri, karena itu akan menciptakan multiplier effect yang sangat besar bagi perekonomian daerah maupun nasional. Karena itu, seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan fokus memperjuangkan pengembangan usaha kecil menengah (UKM). Caranya melalui pemberian modal usaha dan pelatihan. Pelatihan disini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan mutu produk yang dihasilkan. Marketing (pemasaran) juga termasuk dalam pelatihan ini. Seperti pemanfaatan internet untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Itulah kira-kira dua hal pokok yang akan saya perjuangkan dan kawal seandainya saya menjadi Anggota DPD RI. Mudah-mudahan ide sederhana saya ini bisa menjadi inspirasi bagi para anggota DPD-RI (yang asli) untuk mengembangkan dan menyejahterakan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Kalau pun ide saya ini sudah terpikirkan atau malah sudah dilaksanakan oleh para anggota DPD-RI, yaa.. anggap saja ini sekedar sebagai pengingat dari kami rakyat kecil. :)
Oke, sekarang giliran teman-teman. Apa yang akan kalian lakukan seandainya kalian menjadi anggota DPD RI?
Rating: 4.5