Jujur, saya baru tahu kalau gula aren atau palm sugar itu ada yang dijual dalam bentuk cair dan dalam bentuk butiran-butiran halus (gula semut aren). Sejak kecil saya tahunya pemanis sehat organik yang berasal dari pohon Aren (Arenga pinnata) ini hanya dijual dalam bentuk padat (beku) yang dicetak dengan berbagai macam bentuk dan ukuran.
Pertama kali melihat gula aren yang dijual dalam bentuk cair dan butiran-butiran halus (gula semut aren), dalam hati saya langsung berujar “Andai saja waktu itu sudah ada gula aren cair seperti ini, pasti saya tidak perlu capek-capek menyerut gula aren yang padat dan keras itu. Juga tidak harus menuggu ibu selesai masak nasi untuk mendapatkan nasi panas/hangat”.
Ya, jaman kecil saya dulu, selain kecap dan mentega/margarine, saya juga suka banget makan nasi pake gula aren. Sering juga saya jadikan cemilan. Enak diemut-emut kayak permen. :-)
Paling enak makan nasi pake gula aren saat nasinya masih panas atau hangat. Rasanya akan lebih maknyus! sebab gula aren-nya akan meleleh/mencair saat terkena panas, sehingga akan lebih menyatu dengan butiran-butiran nasi.
Pada jaman itu kami belum punya pemanas/penghangat nasi elektronik (magic jar). Jadi kalau mau makan nasi pake gula aren, saya harus tungguin ibu masak nasi. Saat nasinya sudah matang, saya ambil gula merah cetak-nya lalu saya serut pake pisau di atas nasi panas/hangat yang sudah saya taruh dalam piring. Aduk sampai gula aren-nya tercambur rata dengan nasi, lalu makan.
Waktu itu saya sama sekali belum tahu manfaat dari gula aren. Ibu saya juga tidak pernah melarang kalau saya sering-sering makan nasi pake gula aren. Padahal setahu saya banyak orang tua yang melarang anak-nya kalau terlalu banyak makan yang manis-manis.
Setelah SMA, lewat artikel di sebuah majalah, saya baru tahu kalau gula aren itu merupakan gula alami yang baik untuk kesehatan. Saat itu saya baru sadar kenapa dulu ibu saya tidak melarang kalau saya sering makan nasi pake gula aren.
Di kampung saya (Toraja, Sulawesi-Selatan) selain dibuat gula merah, air nira dari pohon aren juga di-fermentasi menjadi minuman penyengar dan penghangat badan bernama tuak. Maklum, kampung saya berada di dataran tinggi (pegunungan) dengan udara yang cukup dingin. Jadi butuh minuman penghangat badan! Tapi minum tuak tidak boleh berlebihan, karena ada sedikit kandungan alkohol-nya.
Sebagai informasi, gula aren (palm sugar) sudah ratusan tahun menjadi bagian dari kekayaan rempah-rempah masyarakat di Asia Tenggara. Dan Indonesia adalah produsen terbesar palm sugar. Manfaat-nya bagi kesehatan sudah bukan rahasia lagi. Tapi bagi yang belum tahu, silahkan ke gulaarenorganik.com. Segala hal tentang palm sugar, mulai dari A-Z ada di sana.
Apa Anda juga punya memori atau pengalaman dengan pemanis sehat, gula aren?
Pertama kali melihat gula aren yang dijual dalam bentuk cair dan butiran-butiran halus (gula semut aren), dalam hati saya langsung berujar “Andai saja waktu itu sudah ada gula aren cair seperti ini, pasti saya tidak perlu capek-capek menyerut gula aren yang padat dan keras itu. Juga tidak harus menuggu ibu selesai masak nasi untuk mendapatkan nasi panas/hangat”.
![]() |
gula aren cair dan gula semut aren yang membuka memori masa kecil saya (Sumber gambar: eviindrawanto.com) |
Ya, jaman kecil saya dulu, selain kecap dan mentega/margarine, saya juga suka banget makan nasi pake gula aren. Sering juga saya jadikan cemilan. Enak diemut-emut kayak permen. :-)
Paling enak makan nasi pake gula aren saat nasinya masih panas atau hangat. Rasanya akan lebih maknyus! sebab gula aren-nya akan meleleh/mencair saat terkena panas, sehingga akan lebih menyatu dengan butiran-butiran nasi.
Pada jaman itu kami belum punya pemanas/penghangat nasi elektronik (magic jar). Jadi kalau mau makan nasi pake gula aren, saya harus tungguin ibu masak nasi. Saat nasinya sudah matang, saya ambil gula merah cetak-nya lalu saya serut pake pisau di atas nasi panas/hangat yang sudah saya taruh dalam piring. Aduk sampai gula aren-nya tercambur rata dengan nasi, lalu makan.
![]() |
Kurang-lebih seperti inilah bentuk gula aren cetak yg dulu saya serut dan makan pake nasi panas/hangat (Sumber gambar: gulaarenorganik.com) |
Waktu itu saya sama sekali belum tahu manfaat dari gula aren. Ibu saya juga tidak pernah melarang kalau saya sering-sering makan nasi pake gula aren. Padahal setahu saya banyak orang tua yang melarang anak-nya kalau terlalu banyak makan yang manis-manis.
Setelah SMA, lewat artikel di sebuah majalah, saya baru tahu kalau gula aren itu merupakan gula alami yang baik untuk kesehatan. Saat itu saya baru sadar kenapa dulu ibu saya tidak melarang kalau saya sering makan nasi pake gula aren.
Di kampung saya (Toraja, Sulawesi-Selatan) selain dibuat gula merah, air nira dari pohon aren juga di-fermentasi menjadi minuman penyengar dan penghangat badan bernama tuak. Maklum, kampung saya berada di dataran tinggi (pegunungan) dengan udara yang cukup dingin. Jadi butuh minuman penghangat badan! Tapi minum tuak tidak boleh berlebihan, karena ada sedikit kandungan alkohol-nya.
Sebagai informasi, gula aren (palm sugar) sudah ratusan tahun menjadi bagian dari kekayaan rempah-rempah masyarakat di Asia Tenggara. Dan Indonesia adalah produsen terbesar palm sugar. Manfaat-nya bagi kesehatan sudah bukan rahasia lagi. Tapi bagi yang belum tahu, silahkan ke gulaarenorganik.com. Segala hal tentang palm sugar, mulai dari A-Z ada di sana.
Apa Anda juga punya memori atau pengalaman dengan pemanis sehat, gula aren?