Harapan saya dan tentu harapan semua orang, adalah negeri ini terbebas dari masalah kemiskinan. Karena menurut saya kemiskinan adalah pangkal dari segala masalah sosial yang terjadi di negeri ini. Dengan bebasnya negeri ini dari kemiskinan maka saya berharap tidak akan ada lagi penganguran, pengemis, busung lapar dan tunasusila, seperti yang selama ini banyak kita dengar dan temui di sekitar kita.
Saya sadar bahwa membebaskan negeri ini dari kemiskinan bukanlah pekerjaan mudah, semudah membalikkan tangan. Tidak juga bisa dicapai dalam waktu yang singkat, tapi bukan juga sesuatu yang tidak mungkin. Yang diperlukan hanya komitmen yang kuat, baik pemerintah maupun masyarakat untuk mau membebaskan diri dari kemiskinan tersebut.
Gambar di atas menunjukkan sebagian kecil dari potret kemiskinanyang masih menjadi masalah besar Negeri ini.
Segala kendala yang selama ini menghambat upaya pemberantasan kemiskinan harus kita perangi. Korupsi dan kebodohan masih merupakan 2 hal yang menurut saya paling menghambat kemajuan di negeri ini. Budaya korupsi yang telah lama menggerogoti negeri ini harus kita basmi dan putus mata rantainya. Menghukum para pelaku korupsi (koruptor) dengan hukuman berat, harus segera diterapkan, kalau perlu hukuman seumur hidup (saya kurang setuju dengan hukuman mati). Selain berfungsi sebagai efek jerah, ini juga bisa menjadi bentuk peringatan kepada para calon koruptor untuk tidak coba-coba melakukan tindakan yang dilarang tersebut.
Membentuk generasi penerus bangsa yang anti korupsi sejak dini sangat penting. Ini bisa dilakukan dengan cara melatih generasi muda sejak dini untuk bersikap jujur. Dan konsep warung kejujuran yang di terapkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di kantornya, sangat cocok diterapkan disekolah-sekolah dan tempat-tempat pendidikan lainnya, mulai dari tingkat TK (taman kanak-kanak) sampai dengan tingkat perguruan tinggi. Dimana, konsep warung kejujuran tersebut tidak memiliki kasir ataupun penjaga. Yang ada hanya barang-barang dagangan lengkap dengan harganya masing-masing. Kemudian ada sebuah kaleng/kerancang khusus untuk menaruh uang pembayaran. Jadi kita benar-benar dilatih untuk jujur.
Lalu masalah kobodohan. Kualitas rata-rata SDM masyarakat kita masih sangat rendah, dan masalah ini hanya bisa diatasi dengan pendidikan. Tapi masalahnya adalah kondisi pendidikan di negeri ini masih sangat memprihatinkan. Biaya pendidikan sangat mahal, banyak bangunan-bangunan sekolah dalam kondisi sangat memprihatinkan, serta kualitas pendidikan kita yang tidak merata di seluruh daerah. Masih banyak daerah-daerah terpencil yang belum bisa menikmati pendidikan, apalagi pendidikan yang layak. Solusinya tentu saja anggaran untuk pendidikan harus di tambah/dinaikkan. Sektor pendidkan harus benar-benar menjadi salah satu prioritas pemerintah. Sehingga biaya pendidikan bisa terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat (murah), syukur-syukur kalau bisa gratis. Dan yang tak kalah penting adalah peningkatan dan pemerataan mutu/kualitas pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Sektor pendidikan ini benar-benar harus diperhatikan (diprioritaskan), karena melalui pendidikan lah generasi bangsa ini bisa dibentuk menjadi generasi yang berkualitas.
Pemanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat seperti yang telah di atur dalam pasal 33 UUD 1945, sepertinya belum tercapai. Sampai sekarang pengelolaan kekayaan alam kita masih di dominasi oleh investor asing. Sehingga hasil kekayaan alam kita lebih banyak dinikmati oleh negara lain, dari pada rakyat kita sendiri. Negara seharusnya lebih banyak menguasai penggelolaan terhadap sumber daya alam kita sendiri, karena saya yakin SDM kita sudah mampu untuk itu. Kita tidak harus mengandalkan tenaga asing terus. Untuk awal-awal boleh lah... untuk proses transformasi ilmu/teknologi. Untuk selanjutnya kita harus bisa mengelola sumber daya alam kita sendiri, demi tercapainya mandat UUD 45 yang tercantum dalam Pasal 33.
Menurut saya masyarakat perlu dididik supaya bermental entrepreneur, yang kreatif dan pantang menyerah. Saya kurang setuju dengan program BLT (bantuan langsung tunai) dari pemerintah yang justru membentuk mental masyarakat menjadi manja, yang hanya bisa nerimo. Apalagi dana tersebut banyak yang tidak tepat sasaran. Saya sangat setuju dengan sebuah ungkapan yang mengatakan "jangan beri ikan, tapi berilah kail dan umpan". Pemerintah seharusnya memberikan/menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, bukan uang tunai yang hanya habis mereka gunakan dalam waktu satu atau dua hari saja.
Untuk saat ini upaya pengurangan kemiskinan hendaknya lebih diarahkan ke sektor pertanian, termasuk perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Karena di sektor-sektor ini lah yang paling banyak menyumbang orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Wah.. kayaknya tulisan saya udah kepanjangan nih...! Ya, itulah sekedar unek-unek, harapan, mimpi dan sumbangan pikiran saya, yang hanya seorang generasi muda bau kencur yang ingin melihat Negerinya menjadi bangsa yang maju dan besar. Maaf kalau tulisan dan bahasa saya amburadul gak karuan, maklum baru belajar menulis. Tapi saya berharap siapapun yang membaca tulisan saya ini bisa menangkap dan mengerti maksud sebenarnya dari tulisan saya.
Majulah Negeri-Ku, Majulah Bangsa-Ku, Majulah Indonesia-Ku.









46 comments:
Yuhu, seharusnya pemerintah bisa tepat sasaran.
Biar kaga' mubazir bantuannya.
;)
Saya setuju,ayo bebaskan kemiskinan di negeri ini.
Fer.. awardnya di ambil ya...
To: HeLL-dA
Ia nih.. banyak bgt dana bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran. Baik itu beasiswa maupun BLT. Kemungkinan besar karena kurangnya pengawasan dan tindakan yang kurang tegas kepda para pelanggar.
To: Cyber Katrox
Ayo bersatu untuk berantas kemiskinan. Kemiskinan No, masyarakat makmur Yes.
Mkasih atas awardnya ya..! :)
Setuju bgt tuh.. kalau Korupsi dan kebodohan adalah penghambat utama di negeri ini untuk maju. Tapi kalau saya sih lebih setuju kalau koruptor di hukum mati saja, biar kapok.
Wah, sepertinya sudah mau mulai terjun ke dunia politik nih... :) Mudah2an saja negara kita secepatnya terbebas dari kemiskinan. Setidaknya jumlahnya bisa berkurang, bukan malah makin bertambah.
To: Sisilia
Seorang koruptor memang pantas mendapatkan hukuman berat, karena telah mencuri uang rakyat. Tapi menurut saya hukuman seumur hidup sudah paling berat bagi seorang koruptor.
To: Njarkasi
Ah.. si Ibu bisa aja..! :) Saya mana berbakat didunia politik. Cuman ikutan menyumbang pikiran yang mutu, siapa tahu aja bisa membantu negeri kita tercinta ini terbebas dari kemiskinan. :D Sok pinter bgt ya! :))
betul Feri... kita sumbangkan pikiran kita, atau paling tidak suara kita, sebagai generasi muda yang peduli bangsa... hallah ngomongnya kayak yang di sana... penyebab kemiskinan lain ada di Piramida : Geometri Moneter Indonesia
makasih kunjungannya yah.... salam kenal
Benar juga ya... negara kita punya kekayaan alam yang begitu besar tapi koq rakyatnya banyak yg miskin. Kira-kira apa yang salah ya.. dengan negeri ini?
setuju bgt,..ditangan generasi mudalah masa depan bangsa ini. Keep on spirit dan mari kita bangun bangsa ini bersama2
memang kalau dikasih uang ujung-ujungnya bencana, hahaha..
wah, saya baru tau tuh ada warung kejujuran. gmn kalau itu diterapkan di SPBU?
jadi tak perlu operator disitu yang melayani, tapi customer sendiri yang mengisi BBM? ;))
Mas Feri, sumbangan pikiran anda tentu bermanfaat bagi wakil rakyat maupun pemerintah. Tapi... itupun jika mereka mengetahui atau membaca tulisan anda. Semoga Calon Wakil Rakyat yang akan datang dari Golongan yang "MELEK IT atau MELEK INTERNET" sehingga wawasan mereka lebih luas dari pada PEJABAT atau WAKIL RAKYAT yang cuman bisa TANDA TANGAN dan TEPUK TANGAN DOANG...
Salam,
Moh. Imam Sobari
Hidup Indonesia,,,
semoga bebas dari kemiskinan
iya ya.. padahal Indonesia tu tanahnya subur, makmur, gemah, ripah, lohjinawai (wah sedikit kt2 pujangga yg aku sndiri ga ngerti... ;)) )
Koes Ploes bilang "batu dan kayu aja bisa jadi tanaman" hebat kan, brarti SDM nya hrs diperbaiki.
Setuju sekali mas, sip bgt !
Tadi malam di acara KickAndy juga membahas tentang kondisi atau potret pendidkan negeri ini yang memprihatinkan. Bangunan2 sekolah yang sangat tidak layak serta guru-guru yang walaupun berpendidikan minim, tapi punya semangat yang kuat untuk mengajar dan mencerdaskan anak2 di desanya masing2. Bahkan ada yang tanpa dibayar. Menurut saya mereka itulah yang pantas menerima gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
To: Madhysta
Betul sekali, mari kita sumbangkan suara, pikiran dan tenaga kita demi kemajuan Bangsa dan Negara kita tercinta ini. Apapun bentuk sumbangan itu yang penting positif.
Mkasih juga atas kunjungan nya ya! :)
To: Tips Kecantikan
Kesalahan kita adalah membiarkan negara kita bodoh sehingga kita sebenarnya masih tetap terjajah oleh kekuatan asing, baik secara ekonomi maupun politik. Investor2 asing masih menguasai kekayaan alam kita, dan kita masih di bawah tekanan politik negara lain.
To: Liza
Betul sekali. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang perlu dididik dan di bentuk menjadi generasi yang cerdas. Sehingga mampu membawa bangsa menjadi bangsa yang maju dan di segani.
To: Budiernanto
Wah... idenya bagus juga tuh! Jadinya nanti kayak di luar negeri donk. Tapi nanti kasian pegawai pegawai SPBU nya, kena PHK semua. :)
To: Mohamad Imam Sobari
Itulah masalahnya, wakil-wakil rakyat kita masih banyak yang gaptek :D jadinya ya cuman bisa tanda tangan sama tepuk tangan doank, seperti kata mas Imam.
Pemimpin2 muda harus lebih banyak di beri kesempatan untuk memimpin negara dan mejalankan roda pemerintahan. Karena yang muda2 biasanya lebih memiliki ide2 segar dan kreatif.
To: Paman Gober
Yes, bebaskan Negeri kita dari kemiskinan dan kebodohan. Merdeka...! :)
To: Tito
Itulah yang juga membuat saya bingung. Koq bisa sebuah negara dengan kekayaan alam yang melimpah, tapi memiliki banyak rakyat yang miskin. Saya setuju kualitas SDM kita harus segera di perbaiki. Caranya dengan memberikan perhatian lebih kepada pendidikan. Kalau perlu menjadi prioritas utama.
To: SAPTO
Kebetula saya juga nonton tu mas :) benar-benar memprihatinkan ya! kondisi pendidikan di Negeri kita. Pantas aja bangsa kita gak maju2. Sepertinya para pemimpin kita gak sadar2 juga akan hal ini. ~x(
semoga kedepannya bisa lebih baik....
semoga tingkat kemiskinan kita bisa semakin berkurang, dan tentunya dengan berkurangnya tingkat kemiskinan itu sudah pasti akan mengurangi tingkat kejahatan yang ada yah mas, semoga untuk kedepannya negara ini bisa melakukan perubahan :)
Wah, panjang juga ya tulisannya. :) Gambar potret kemiskinan dan pendidikan di negeri kita mengena bgt tuh...! Mudah2an potret semacam itu segera berubah menjadi lebih baik. Amin..!
Ayo kita rubah, menimal dari diri kita, Wow mantap.. salam kenal Pa. Maju Indonesiaku
To: Galih
Amin...! mari kita doakan dan usahakan bersama-sama. ;)
To: Harianku
Setuju sekali, dengan berkurangngya tingkat kemiskinan maka secara otomatis akan di ikuti dengan berkurangnya jumlah kejahatan. Semoga negara kita sanggup melakukan berubahan ke arah yang lebih maju.
To: Rianti
Sebenarnya masih banyak sih yang ingin saya tambahkan, tapi takut malah tambah kepanjangan dan bikin orang capek duluan sebelum membacanya. :D
To: Mukhlis
Benar banget tuh...! mulai dari diri sendiri. Salam kenal balik. :)
makasih kunjunganya ya....tulisannya mantap kawan
Mental kita masih perlu di upgrade ... kita biasa di ninabobokkan dengan kesenangan sesaat .. serba instant sehingga kurang mempunyai semangat pejuang. Pemerintah juga mempunyai kebijakan yang kadang membuat kita jadi malas ...
Iyah, bener tuh.. Makasih yah komentarnya.
Kalo' semua orang mau mengerti n bekerja sama. Pastilah tercapai...
Mudahan aja, generasi yg akn dtg bisa tercapai.
Amiiin...
Yeah-yeah-yeah
To: Kota dingin
Sama2 kawan, sering-sering berkunjung ya! :D
To: Sufian Akbar
Koq komennya di hapus? :)
To: SukArtOen
Seperti yang sering di sebut mas Tukul di acara bukan empat mata "Jiwa Miskin". Mental masyrakat jangan dibentuk jadi bermental miskin. Program pemerintah seperti BLT (bantuan langsung tunai) menurut saya sangat tidak mendidik. Masyarakat kita harus di bentuk supaya bermental entrepreneur, seperti yang telah saya ungkapkan di atas.
itu dia duitnya kan buat para caleg yang terhormat....
Karya yang bagus, mudah2an bisa menyadarkan kita semua bahwasannya kondisi seperti itu memang nyata. Salut, untuk seorang pemuda yang berusaha menggugah kesadaran penghuni negeri ini dengan asa-asa yang luhur. Andai saja mereka-mereka yang berkuasa berkehendak sama (bukan lisan semata) :-/
To: simplegirl93
Kerjasama atau saya disebut persatuan sangat diperlukan oleh bangsa kita yang majemuk ini. Tanpa persatuan kita tidak akan bisa membangun negeri ini menjadi bangsa yang besar.
Sebagai generasi muda, mari kita persembah sesuatu yang berarti bagi bangsa kita tercinta ini, sesuai dengan kemampuan dan talenta masing-masing.
To: Omiyan
UUD donk...! Ujung-ujungnya duit. :)
To: Kips
Makasih kang. Saya hanya mencoba mengungkapkan melalui tulisan apa yang saya lihat dan rasakan tentang negeri ini. Mudah2an negeri ini menemukan seorang pemimpin yang bisa membawa perubahan yang berarti terhadap kemajuan bangsa.
laskar pelangi tuh bisa jadi contoh nyata....
:D
kebanyakan masyarakat kita ya mentingin makan drpd pendidikan...pendidikan mahal siiii
Buat kamu semua yang ngrti akan kesadaran terhadap tanggung jawab kita masing2,Mari kita tinggkatkan Rasa kepedulian kita trhadap negeri ini agar kelak negeri ini bisa jadipanutan oleh negeri-negeri lainnya.
karna sayayakin indonesia adalah negara yang paling berpotensi di bandingkan negara2 lainnya. Saya jamin 100% indonesia adalah negara yang yang paling cemerlang,paling bayak kekayaan2 alamnya,dan pastinya negara yang paling bisa di jamin keSLAMATANNYA,karna apa? negara ini telah ada sosok Hamba Tuhan yang di tugaskan sebagai wakil-Nya. Oleh karna itu saya mengajak kepada semua temen2 untuk membantu memperjuangkan Cita2 Tuhan agar bisa terwujudnya Negara yang Baldatun Warofun Ghofur."sumonggo kito graito awak itadewe2" jangan saling menyalahkan sesama insan,sesama makhluk Tuhan yang Nantinya Agarbisa kembali kepada-Nya.Amiiiiin....
(diposkan oleh Pemilik Blog
by:kasihimam
To: Hanna
Laskar pelangi memang salah satu potret pendidikan yang memprihatinkan di negeri ini. Bahkan ada lebih parah dari itu.
Makan aja susah apalagi buat sekolah. Makanya masyarakat miskin akan lebih mengutakan makan dulu baru yang lain2nya, termasuk pendidikan.
To: IMAM MAKSUM
Setuju, Indonesia adalah negara yang sangat berpotensi untuk menjadi negera besar yang disegani. Negeri ini sudah memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjadi negeara yg maju dan besar. Tinggal sekarang bagaimana kita mau bergotong royong (bersatu) mengelola semua kekayaan yang kita miliki untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta ini.
postingan dikau ternyata ada benang merah yg sama dgn daku.. soalnya ada menyinggung soal korupsi juga :D hehehe yaaa.. demi kemajuan Indonesia tercinta ini.. siapa siy yg ga mau? Harus mau lah ;)) minimal sumbangsih kecil dari diri kita sendiri dulu utk tidak lantas ikut2an korupsi
To: clairvoyant*ling
Sumbangsih sekecil apapun dari setiap kita sebagai warga negara, apalagi sebagai generasi muda, akan sangat membantu kemajuan Negeri tercinta ini. Saya sangat setuju, kita harus mulai dari diri sendiri dulu, biar gak di cap sebagai orang yang hanya bisa ngomong doank. Mari memebangun diri untuk selalu jujur sejak dini, agar kelak terhindar dari perilaku korupsi yang merugikan masyarakat.
Saya suka dan setuju dgn pemikiran Anda yang ingin membentuk mental masyrakat untuk bermentak entrepreneur (pengusaha). Ide Anda cukup brilian dan berpikir maju (berpikir ke depan). Semoga ini bisa didengar dan diterapkan oleh para pemimpin negeri ini.
Kasus dukun cilik Ponari saya rasa juga salah satu cermin dari kemiskinan rakyat di Negeri ini. Biaya ruamah sakit yang mahal telah membuat rakyat miskin lebih memilih pengobatan alternatif/dukun dari pada pengobatan medis.
To: Pak Hadi
Saya hanya mencoba menuangkan pikiran2/ide2 saya melalui tulisan ini. Siapa tahu aja bisa diterima dan bisa membantu negeri ini untuk keluar dari masalah kemiskinan. :p kayak politikus aja. :)) :D
To: Herman
Benar juga tuh! Dukun cilik Ponari yang dipercaya banyak orang bisa menyembuhkan segala macam penyakit, menunjukkan rendahnya taraf hidup dan pendidikan masyarakat kita. Ditambah lagi memang tingginya biaya pengobatan medis. Inilah satu lagi potret kemiskinan dan rendahnya pendidikan di negeri ini.
Saya jadi sedih melihat bangsa sendiri. :( Kapan ya bangsa kita bisa terbebas dari kemiskinan dan kebodohan ini? Tapi bagaimanapun kita harus tetap optimis untuk melakukan perubahan. :)
wah. hukuman seumur hidup bagi koruptor kyknya ga proporsional deh. orang yang nyolong ayam aja bsa meregang nyawa dibantai warga... :)
kemiskinan tdk akan lenyap dri bumi pertiwi klo gap antara kaum kaya & kaum miskin msh sbegitu lebar. wahai orang kaya, jaga dan sucikan titipan harta itu! jgn smpe mnjadi belenggu kelak di akhirat.
-btw, kunjungan balik nih. maaf bru nyempetin.. gi didera kesibukan. hehehe-
Artikel yang bagus, Mas. Apakah diijinkan kalau saya umumkan kembali di Sulang Online?
terima kasih telah berkunjung, ya. Salam kenal.
Sholahuddin
To: _rabindra
Kalau saya sih, hukuman seumur hidup bagi koruptor sudah cukup dan yang paling penting uang negara/rakyat yang dikorupsi harus dikembalikan.
To: Sulang
Silahkan saja mas diumumkan ulang, yang penting jangan lupa mencantumkan link sumbernya. :) Ngomong2 selamat ya.. atas kemenangannya di BBC09.
hei bung, blog anda (blogspot) ada iklannya...lumayan, kalau blognya "wordpress" apa bisa ada iklannya ???
To: Y SUSANTO
Kalau gak salah, salah satu syarat bagi penggunaan wordpress adalah dilarang memasang iklan. Makanya untuk blog gratisan saya lebih memilih blogspot dari pada wordpress, karena blogspot lebih gampang dimanitisasi atau dipasangin iklan.
Whuaaaahhhh,seneng ya blognya bisa ngehasilin duit hahahhaha.Ajarin dong
To: -kk-
Baru bisa ngasilin receh mas :D Saya juga baru belajar koq. Belajar bareng aja yuk! :)
ayo tingkatkan minat ngeblog dengan ikutan kompetisiku...semangat
hanya pendidikan yang bermutu dan hukum yang tegak baru bisa mengubah bangsa ini
kita tinggalkan kemiskinan dri negara kita... :D
Poskan Komentar