Listrik di Kampung Saya Sudah Jarang Padam!

Dua minggu yang lalu, ibu saya telpon dari kampung. Biasaa.. nanyain kabar anaknya tercinta yang sedang menuntut ilmu dan mengadu nasib sendirian di Jogja. Hehe.. *lebay mode on* Habis ibu nanya kabar saya, giliran saya yang nanya-nanya kabar di rumah. Salah satu yang saya tanyain adalah masalah listrik. “Ma’, listrik di rumah masih sering mati, nggak?” tanya saya. “Udah jarang, nak’” jawab ibu saya, singkat. "Puji TUHAN" kata saya dalam hati. :-)

Mengetahui kalau listrik di kampung saya sudah jarang mati, saya sangat senang. Maklum, sejak kecil saya sudah akrab dengan yang namanya mati lampu (listrik padam). Parahnya, matinya itu hampir tiap hari dan tanpa pemberitahuan. Paling bikin jengkel kalau matinya pas lagi asik makan malam bareng keluarga, belajar/ngerjain tugas, atau nonton acara favorite di tv. Wuih.. rasanya pengen langsung demo ke kantor PLN. Hehe... *lebay mode on, lagi*

Saking seringnya lampu mati, rata-rata setiap rumah di kampung saya memiliki lampu portable yang baterai-nya bisa di-charge. Jadi kalau listrik padam (terutama pada malam hari) sebagai alat penerangan utama ya lampu portable itu. Untuk orang-orang yang tergolong mampu, mereka rata-rata lebih memilih genset.

Penyebab seringnya listrik padam di kampung saya, saya kurang tahu pasti. Tapi banyak yang bilang kalau penyebabnya karena TRAFO PLN yang ada sudah tua dan kemampuannya sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pelanggan/pengguna listrik yang makin bertambah. Selain itu juga karena faktor non teknis seperti: cuaca, tanah longsor, pohon tumbang, dll, sering membuat aliran listrik ke kampung saya terganggu. Maklum, kampung saya jauh di atas gunung.  :D  Kalau kalian pernah dengar TORAJA, itulah kampung saya.

Untunglah, sekarang (berdasarkan informasi ibu saya) listrik di kampung saya sudah jarang padam. Jadi, nanti suatu saat kalau saya pulang kampung, hobi dan pekerjaan saya sebagai blogger dan freelancer di dunia maya (internet), bisa tetap lancar.  :-)


Harapanku Untuk PLN

Masalah listrik yang sering padam, hanyalah salah satu dari sekian banyak keluhan yang sering dikeluhkan masyarakat. Kelurahn seperti, pengaduan kerusakan yang tidak cepat ditanggapi, pungutan liar oleh oknum petugas PLN di lapangan, sampai jumlah pembayaran yang tiba-tiba melonjak padahal pemakaian biasa-biasa saja, dan lain sebagainya.

Untunglah, PLN kini sudah mengalami banyak kemajuan. Kemajuan itu sendiri saya perhatikan mulai terlihat sejak PLN dipimpin oleh Dahlan Iskan. Kini Dahlan Islan sudah tidak memimpin PLN, lagi. Namun komitmen untuk menciptakan good corporate governance dan bebas dari korupsi, sepertinya sudah tertanam dan mengakar dalam tubuh setiap insan yang ada di PLN. Hasilnya pun bisa dilihat dan dirasakan masyarakat dengan terus membaiknya layanan PLN, dari hari ke hari. Contohnya di kampung saya, dimana listrik sudah jarang padam. :-)

Harapan saya (dan pastinya harapan semua rakyat Indonesia) PLN terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan lagi ada pemadaman listrik, tidak ada lagi oknum-oknum petugas PLN di lapangan yang melakukan pungutan-pungutan diluar ketentuan, dan lebih responsif pada keluhan/pengaduan masyarakat. Kemudian, daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh aliran listrik, supaya segera menikmati-nya.

Satu lagi. Sekarang khan sudah jaman internet dan gadget canggih. Saya harap PLN mengelola layanan online-nya dengan baik dan profesional. Kalau perlu bikin aplikasi-aplikasi yang bisa mempermudah masyarakat mengakses segala informasi dan layanan PLN. Salah satu layanan online yang sering saya gunakan di situs www.pln.co.id adalah pengecekan  tagihan rekening listrik. Namun beberapa bulan terakhir ini saya perhatikan layanan tersebut sering mengalami gangguan. Tapi terakhir saya cek (10 menit yang lalu) sudah normal kembali.

Layanan pengecekan tagihan rekening listrik tersebut, sangat membantu. Kebetulan di kost, setiap bulan saya bertugas mengumpulkan duit pembayaran listrik dari anak-anak kost lainnya. Jadi sebelum mengumpulkan duit, terlebih dahulu saya cek berapa yang harus dibayar. Setelah tahu, baru deh ditentukan berapa uang listik yang harus dibayar setiap anak kost. :-)

Sejak awal tahun 2010, saya menggunakan layanan online pengecekan tagihan rekening listrik ini. Malah sudah saya tulis juga di blog saya dengan judul: Cara Mengecek Tagihan Listrik Secara Online.  Diluar dugaan, tulisan saya tersebut menjadi salah satu tulisan terpopuler/terfavorite di blog saya ini, karena banyak dikunjungi/dibaca. Saat membuat tulisan ini, tercatat sudah 132488 kali dikunjungi.

Dari banyaknya orang yang membaca tulisan saya tersebut, saya berkesimpulan bahwah ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui layanan-layanan online PLN. Sebab kalau masyarakat sudah tahu, pastinya mereka akan langsung membuka situs www.pln.co.id, tanpa mencarinya dulu melalui mesin pencari (search engine) seperti google. Karena itu, PLN juga perlu meningkatkan sosialisasi tentang segala program dan layanan-nya.

Sekali lagi saya berharap PLN terus berinovasi mengembangkan teknologi pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan (green technology) serta meningkatkan pelayanannya mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Dan paling penting adalah, tetap menjaga komitmen-nya untuk menciptakan good corporate governance dan bebas KKN.

PLN adalah salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang paling dekat dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Pengaruhnya sangat besar pada roda kehidupan ekonomi masyarakat dan tentu saja akan berpengaruh pula pada ekonomi nasional. Jadi kalau PLN dikelola dengan baik, bebas dari KKN, maka saya yakin ekonomi rakyat dan ekonomi nasional akan baik pula.

Semoga!



KOMENTAR