Etika Dalam Ber-Twitter

Etika berTwitter Sebelum membahas tentang Etika ber-Twitter, ada baiknya kita kenal dulu karakteristik dari sosial media yang satu ini (twiiter). Pertama, twitter hanya mengijinkan 140 karakter (termasuk spasi) sekali ngetweet (update status), karena itu twitter juga disebut microblogging. Kedua, di twitter kita bisa memfollow seseorang tanpa orang tersebut harus mem-followback kita. Ketiga, tidak ada fitur sharing foto atau video, apalagi game. Ini penting diketahui, karena tidak semua orang cocok dgn sebuah jenis sosial media, contohnya twitter.

Oke, sekarang kita bahas tentang Etika berTwitter. Menurut saya, pada umumnya semua jenis sosial media memiliki etika yang sama. Tapi karena setiap media sosial punya karakter-karakter khusus masing-masing, maka etika-nya pun ada yang khusus, pula. Dari acara e-lifestyle metrotv hari ini (10/4/2011), bertema “Etika BerTwitter”, dengan nara sumber Nukman Luthfie (Online Strategist) dan Elena Zachnas (psikolog), saya mencatat beberapa poin penting, menyangkut etika dalam ber-twitter :

  • Jangat ngetweet kalau lagi marah! Orang yang lagi ngetweet saat marah, kemungkinan besar akan meluapkan amarahnya tersebut melalui tweet di twitter.
  • Jangan berdebat di twitter! Menurut Nukman Luthfie, twitter bukan media yang ideal untuk berdebat. Menurutnya, hal itu (debat) akan lebih cocok dilakukan di facebook dan media diskusi online lainnya (situs forum online).
  • Perhatikan tanda baca! Saat ini banyak orang yang sudah tidak menggunakan tanda-tanda baca dalam menulis status atau tweet, sehingga tak jarang orang yang salah dalam memahami hasil sebuah tweet.
  • Usahakan baca TM (timeline) secara utuh, sebelum mengomentari tweet orang tersebut, supaya tahu konteksnya. Jadi tidak asal reply atau retweet (RT)
  • Kenali followers Anda, agar anda bisa menentukan gaya bahasa yang tepat Anda gunakan. Ini penting, karena bisa saja follower Anda datang beragam kalangan, pendidikan dan usia.
  • Untuk membentuk sebuah image (personal branding), ngetweet lah seputar hal-hal yang dikuasai. Contohnya tentang musik, marketing, olah raga, dll.
  • Dan yang terakhir adalah “be your self” atau bahasa indonesianya “jadi diri sendiri”. :-)

Itulah beberapa catatan penting, yang berhasil saya rekam/catat dari program acara e-lifestyle metrotv bertama “Etika berTwitter”, hari ini (Minggu, 10 April 2011).

Mungkin Anda mau nambahin, atau punya pendapat lain?



KOMENTAR