Ramah Lingkungan Tak Cuma Hemat Listrik!

Michael Dell, CEO Dell Inc, di majalah Forbes, edisi november 2009, pernah mengatakan, “Saya selalu percaya bahwa teknologi informasi adalah mesin penggerak ekonomi efisien. Saya juga percaya, teknologi ini bisa menggerakkan ekonomi ramah lingkungan”.

Dari segi ekonomi, ucapan Michael Dell, tersebut, jelas sudah terbukti. Tapi dari segi lingkungan, bagaimana? organisasi lingkungan internasional, Greenpeace, menjawab: Belum tentu! Jika perusahaan-perusahaan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) mengabaikan perspektif lingkungan, maka yang terjadi adalah sebaliknya.

Berita bagusnya, beberapa tahun terakhir produsen-produsen elektronik mulai berlomba-lomba menawarkan berbagai produk inovasi yang diklaim ramah lingkungan. Paling tidak dalam urusan hemat listrik. Sampai pada penggunaan sumber listrik alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti sinar matahari, panas tubuh manusia, dan lain sebagainya.

Tapi, hemat listrik saja, tidaklah cukup dijadikan patokan untuk mengklaim suatu produk elektronik sebagai produk ramah lingkungan. Bahan/material komponen penyusun dari produk tersebut, juga harus ramah lingkungan. Jadi, ramah lingkungan tak cuma hemat listrik!

Sampah Elektronik Masalah sampah elektronik yg mengandung bahan berbahaya.

Ada tiga syarat yang ditetapkan Greenpeace dalam menilai seberapa “HIJAU” atau seberapa ramah sebuah perusahaan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) terhadap lingkungan :

  1. Produk-produk perusahaan tersebut harus bebas dari bahan yang tidak ramah lingkungan. Seperti polivinil klorida (PVC), brominated flame retardants (BFR), dan antimon trioksida.
  2. Perusahaan harus memiliki program daur ulang atas produk-produknya yang telah menjadi sampah.
  3. Proses produksi dan seluruh kegiatan operasionalnya juga harus ramah lingkungan, dengan meminimalkan emisi karbon dioksida.

Berdasarkan ketiga syarat di atas, setiap tahun, sejak tahun 2006, Greenpeace rutin merilis daftar perusahaan yang dinilai paling “HIJAU”. Tahun 2010, Nokia menjadi perusahaan yang paling hijau (versi Greenpeace) kemudian disusul oleh Sony Ericsson, Philips, Motorola, Apple, Panasonic, Sony, HP, Sharp, Dell, Acer, LG Electronics, Samsung, Toshiba, Fujitsu, Microsoft, Lenovo, dan Nintendo.

ASUS-Bamboo-Series-notebook ASUS Bamboo Series Notebook

Januari 2011, di ajang pesta gadget dunia, Consumers Electronics Show (CES) 2011 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, Greenpeace juga mengumumkan daftar 7 gadget yang dianggap paling hijau (ramah lingkungan). Selain penilaian dari ketiga syarat di atas,  Greenpeace juga melakukan penilaian terhadap strategi marketing dan inovasi apa yang telah perusahaan jalankan dalam mengkampanyekan produk dan program ramah lingkungan, mereka.

7 gadget ramah lingkungan 2011, versi Greenpeace:

  • Monitor komputer: Asus VW-247H-HF
  • Notebook: Asus UL30A
  • Netbook: Acer TM8172
  • PC Desktop: HP Compaq 6005 Pro
  • Televisi: Sharp LC-52SE1
  • Smartphone: Sony Ericcson Aspen
  • Ponsel: Samsung GT-S75550

Memilih sebuah gadget, memang paling baik spesifikasinya disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Namun, pilihan produk yang sesuai dengan gaya hidup (green lifestyle) juga tidak kalah penting. Jika Anda memang peduli dengan lingkungan, maka mulai sekarang gunakanlah gadgets dan produk-produk elektronik yang ramah lingkungan.

 It’s time to go green lifestyle!



KOMENTAR