Waspadai Ponsel atau Handphone Rekondisi

Ponsel atau handphone adalah gadget yang paling populer di muka bumi saat ini. Tak heran kalau banyak pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kepopuleran-nya untuk meraih keuntungan dengan cara-cara yang tidak benar (menipu). Contohnya dengan cara menjual ponsel/handphone aspal (asli tapi palsu). Ada juga yang dengan cara mengemas ulang handphone bekas sehingga tampak baru, kemudian dijual ke konsumen, seolah-olah itu handphone baru. Ponsel atau handphone seperti ini biasa disebut handphone rekondisi.

Ponsel atau handphone rekondisi, biasanya adalah handphone yang banyak diminati atau laris manis di pasaran, namun sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya. Pada umumnya pelaku mendapatkan handphone bekas tersebut dari luar negeri, kemudian dipermak atau direkondisi supaya tampak baru.

Anda mungkin pernah mendengar kalau kardus bekas handphone bisa dijual dengan harga lumayan, tergantung seberapa populer handphone tersebut. Salah seorang teman saya pernah menjual kardus handphone-nya dengan harga 50 ribu rupiah. Lumayan, khan? :-)  Nah, tujuan dibelinya kardus-kardus handphone tersebut, kebanyakan untuk handphone rekondisi tadi. Bahkan dalam liputan tim Sigi SCTV beberapa waktu yang lalu, dikatakan bahwa satu nomor seri IMEI (nomor mesin ponsel) pun bisa diperjualbelikan.

Handphone Rekondisi

Konon kabarnya, peredaran handphone rekondisi di Indonesia 50% dari seluruh handphone yang beredar di pasaran. Oleh karena itu, Anda harus waspadai ponsel atau handphone rekondisi ini. Jangan sampai, Anda tertipu membeli handphone baru tapi nyatanya itu adalah handphone rekondisi atau handphone bekas.

Jangan tertipu dengan harga miring. Biasanya ponsel rekondisi dijual dengan harga miring, karena tidak memiliki garansi resmi dari pabrik. Para penjualnya akan beralasan kalau handphone tersebut adalah barang BM (black market) sehingga tidak memiliki garansi resmi. Mereka hanya akan memberikan garansi toko, biasanya paling lama satu bulan.

Pesan saya. Pastikan Anda membeli ponsel/handphone di toko atau gerai yang sudah terpercaya. Kalau sudah pasti brand handphone yang akan Anda beli, seperti: Nokia, Sony Ericsson, Nexian, Blackberry, Samsung, dll, sebaiknya Anda langsung ke gerai resmi brand tersebut. Satu lagi, pastikan handphone yang Anda beli, bergaransi resmi dari pabrik, minimal satu tahun.



KOMENTAR